^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2020-11-29 09:52:56 - PEMBANGUNAN KANTIN SMANSI <0> 2018-01-29 21:49:54 - SYUKURAN AKREDITASI <0> 2018-04-01 07:46:33 - PEMBUKAAN GELORASI 2018 <0> 2018-01-30 08:30:40 - PEMBANGUNAN TAMAN DAN KOLAM IKAN <0> 2018-09-22 11:01:00 - BUKA PUASA ASYURA 2018 <0>
 

BERITA FOTO

2020-11-29 : IHT 2020

2020-11-29 : PEMBANGUNAN KANTIN SMANSI

Pembangunan kantin Sehat SMAN 1 Sindangbarang

Anda berada di: Depan > DATABASE > PEMBELAJARAN INOVATIF OLEH ELIS SULASTRI S.PD GURU BAHASA INGGRIS UMUM KELAS X DAN INGGRIS LM KELAS XII IPA TAHUN PELAJARAN 20202021
PEMBELAJARAN INOVATIF OLEH: ELIS SULASTRI, S.Pd (Guru Bahasa Inggris Umum Kelas X Dan Inggris LM Kelas XII IPA Tahun Pelajaran 2020/2021)
Diposting pada: 2020-11-27 12:56:23 | Hits : 93 | Kategori: Pendidikan
 

Assalamualaikum Wr.Wb

Bapak/Ibu Guru SMAN 1 Sindangbarang yang berbahagia, izinkan saya memposting sedikit artikel saya.

Kita bisa memulai dengan bertanya, apakah STEAM? STEAM merupakan suatu pendekatan pembelajaran interdisipliner yang inovatif dimana IPA, teknologi, teknik, dan matematika diintegrasikan dengan fokus pada proses pembelajaran pemecahan masalah dalam kehidupan nyata. Tujuan pembelajaran STEAM dapat mengasah tingkat literasi STEAM pada peserta didik. Prinsip-prinsip pembelajaran STEAM meliputi prinsip perhatian dan motivasi, keaktifan, keterlibatan langsung, pengulangan, tantangan, balikan dan penguatan, perbedaan individual. Problem Based Learning atau pembelajaran berbasis masalah merupakan model pembelajaran yang menantang peserta didik untuk belajar bagaimana belajar, dan bekerja secara berkelompok untuk mencari solusi dari permasalahan dunia nyata. Pembelajaran STEAM yang berpusat pada proyek didasarkan pada masalah dunia nyata. Proyek-proyek ini mengharuskan peserta didik untuk meneliti, mengusulkan dan memilih solusi, dan membuat desain. Setelah prototipe atau model dibuat, peserta didik menguji dan mempresentasikan temuan mereka, dan jika waktu memungkinkan, mereka mendesain ulang proyek dan melakukan perbaikan.

Kemudian kita pahami beberapa prinsip pembelajaran berbasis neurosain yang perlu diperhatikan agar pembelajaran mampu mengoptimalkan potensi kecerdasan otak peserta didik, diantaranya yaitu; (a) pembelajaran terkait penyerapan informasi paling baik dilakukan di pagi hari, sedangkan waktu terbaik untuk pengulangan, pengolahan dan refleksi informasi paling baik dilakukan di waktu sore hari; (b) Pembelajaran akan membantu otak untuk tetap mempertahankan perhatiannya jika peserta didik setiap sembilan puluh menit diberi kesempatan untuk melakukan gerakan peregangan otot atau relaksasi tubuh dengan tenang sekitar sepuluh menit; (c) Belahan otak kanan dan kiri kita mengalami siklus efisiensi secara bergantian setiap sembilan puluh sampai seratus menit, dari spasial tinggi-verbal rendah-verbal tinggi-spasial rendah. Untuk itu pembelajaran sebaiknya menggunakan bentuk aktivitas yang bervariasi dan setiap anak diberikan kesempatan memilih bentuk aktivitas tersebut sesuai siklus bio-kognitif dan gaya belajar mereka; (d) Pembelajaran akan lebih optimal apabila mampu mengembangkan belahan otak kanan dan kiri secara seimbang; (e) Pembelajaran akan mencapai hasil terbaik apabila difokuskan pada pembahasan materi, dipecah, dan difokuskan kembali pada pembahasan materi; (f) Pembelajaran akan menarik perhatian otak, jika memperhatikan perubahan gerakan, cahaya, kekontrasan, dan warna; (g) Proses pembelajaran agar optimal perlu memperhatikan beberapa faktor lingkungan seperti suhu ruangan, pilihan warna kelas, desain warna tampilan media, pengaturan ruang kelas, pencahayaan, tanaman, musik, aroma, ketersediaan air minum, dan media pembelajaran; dan (h) Proses pembelajaran akan lebih optimal jika peserta didik memperoleh asupan gizi dan nutrisi yang cukup, sehingga anak memiliki hemoglobin dalam darah (HB) yang tinggi; (i) Tingkatkan kondisi emosional positif peserta didik dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, permainan, humor, dan perhatian personal.

Bagimanakah dengan pembelajaran digital? Pembelajaran digital adalah praktik pembelajaran yang menggunakan teknologi secara efektif untuk memperkuat pengalaman belajar peserta didik yang menekankan instruksi berkualitas tinggi dan menyediakan akses ke konten yang menantang dan menarik, umpan balik melalui penilaian formatif, peluang untuk belajar kapan saja dan di mana saja, dan instruksi individual untuk memastikan semua peserta didik mencapai potensi penuh mereka.

Terkait dengan ragam pemanfaatan Pembelajaran Digital, ada beberapa aplikasi yang dapat diintegrasikan dan dimanfaatkan dalam kelas digital, diantaranya adalah penggunaan mobile learning atau m-learning, pemanfaatan media sosial seperti Facebook, Instagram, Youtube, Snapchat, Twitter, Whatsapp, Line, dan sebagainya; pemanfaatan pembelajaran berbasis permainan, serta pemanfaatan Cloud Computing.

Kemudian kita mengenal blended learning. Staker & Horn (2012) mendefinisikan blended learning sebagai model pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan pembelajaran konvensional (tatap muka). Pada pembelajaran model ini, peserta didik difasilitasi untuk dapat belajar dan mengulang materi secara mandiri secara online serta melakukan satu bagian sesi pembelajaran lainnya dilakukan secara tatap muka di dalam ruangan kelas.

Adapun karakteristik dari pembelajaran yang menggunakan model blended learning (Prayitno, 2015) diantaranya yaitu:

(a) Model blended learning menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran, dan menggunakan berbagai media berbasis teknologi;

(b) Model blended learning mengkombinasikan pola pembelajaran langsung (tatap muka), belajar mandiri, dan pembelajaran menggunakan sistem online;

(c) Guru dan orangtua memiliki peran yang sama penting, dimana guru berperan sebagai fasilitator dan orangtua berperan sebagai pendukung.

Beberapa model pembelajaran blended learning yang cukup sering digunakan dalam pembelajaran menurut Clayton Christensen Institute meliputi:

(a) Model Rotasi (Rotation Model): Model kelas Station Rotation, model kelas Lab/Whole Group Rotation, model kelas Flipped (Flipped Clasroom), model rotasi individu (Individual Rotation);

(b) Model Kelas Flex;

(c) Model Kelas Self-Blend; (d) Model Enriched-Virtual.

Ada tiga komponen penting harus diperhatikan dalam merancang dan mengembangkan aktifitas pembelajaran dengan model blended learning yaitu:

(a) Standar capaian dan tujuan pembelajaran;

(b) Penilaian;

(c) Kegiatan pembelajaran.

Beberapa aplikasi atau platform yang dapat dimanfaatkan untuk model pembelajaran blended learning yaitu:

(a) Moodle;

(b) Edmodo;

(c) Google Group.

Demikiianlah sedikit saya sampaikan mengenai Pembelajaran Inovatif, semoga bermanfaat. Wassalamuallaikum Wr.Wb.

 

 

Referensi:

Modul Pembelajaran Inovatif (Modul Belajar Mandiri Bagi Program PPG Angkatan 2 Tahun 2020)

 

Posting Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali

MUTIARA HADIST
Sedekah Paling Besar Pahalanya :
Dari Abu Hurairah R.a. Berkata: Seseorang Datang Kepada Rasulullah Saw Lalu Bertanya, "Ya Rasulullah, Sedekah Manakah Yang Lebih Besar Pahalanya? Rasulullah Saw Menjawab, "Bersedekah Dalam Keadaan Sehat Sedang Engkau Amat Sayang Kepada Harta Tersebut, Takut Miskin Dan Mengharapkan Kekayaan. Oleh Sebab Itu Jangan Menunda-nunda Sehingga Apabila Ruh (nyawa) Sudah Sampai Di Tenggorokan (hampir Mati) Lalu Engkau Berwasiat Untuk Si Fulan Sekian, Untuk Si Fulan Sekian.