^ Ke Atas
 
HEADLINE:
2020-11-29 09:52:56 - PEMBANGUNAN KANTIN SMANSI <0> 2018-01-29 21:49:54 - SYUKURAN AKREDITASI <0> 2018-04-01 07:46:33 - PEMBUKAAN GELORASI 2018 <0> 2018-01-30 08:30:40 - PEMBANGUNAN TAMAN DAN KOLAM IKAN <0> 2018-09-22 11:01:00 - BUKA PUASA ASYURA 2018 <0>
 

BERITA FOTO

2020-11-29 : IHT 2020

2020-11-29 : PEMBANGUNAN KANTIN SMANSI

Pembangunan kantin Sehat SMAN 1 Sindangbarang

Anda berada di: Depan > DATABASE > PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 OLEH ELIS SULASTRI S.PD GURU BAHASA INGGRIS UMUM KELAS X DAN INGGRIS LM KELAS XII IPA TAHUN PELAJARAN 20202021
PERAN GURU DALAM PEMBELAJARAN ABAD 21 OLEH: ELIS SULASTRI, S.Pd (Guru Bahasa Inggris Umum Kelas X Dan Inggris LM Kelas XII IPA Tahun Pelajaran 2020/2021)
Diposting pada: 2020-11-27 12:58:01 | Hits : 87 | Kategori: Pendidikan
 

Assalamualaikum Wr.Wb

Bapak/Ibu Guru SMAN 1 Sindangbarang yang berbahagia, izinkan saya memposting sedikit artikel saya.

Kita menyadari bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa banyak konsekwensi bagi dunia pendidikan, salah satunya perubahan paradigma guru. Perubahan karakteristik peserta didik, format materi pembelajaran, pola interaksi pembelajaran, dan orientasi baru abad 21 memerlukan ruang-ruang kelas lebih interaktif. Tanda-tanda era disrupsi sudah nyata yang dicirikan; (1) belajar tidak lagi terbatas pada paket-paket pengetahuan, (2) pola belajar lebih informal, (3) orientasi belajar mandiri (self-motivated learning) dan (4) banyak cara untuk belajar dengan banyak sumber. SDM dengan daya inovasi, daya belajar dan kreatifitas tinggi menjadi incaran banyak organisasi. Jenis keterampilan yang dibutuhkan adalah terwadahi dalam 4C (Creativity, Collaboration, Critical Thingking, dan Communication). Pada sisi peserta didik terjadi pergeseran karakteristik. Generasi z menghendaki kebebasan belajar, menyukai hal baru yang praktis, selalu terkoneksi internet, lebih menyukai visual daripada verbal, rentang perhatian pendek, suka berinteraksi dengan banyak media, suka berkolaborasi dan berbagi namun tetap terjaga privasinya. Guru harus merubah paradigma yang tidak hanya berfokus kepada konten namun berfokus pula pada pengembangan kreatifitas dan keterampilan belajar mandiri. Peran guru lebih sebagai mentor, fasilitator, kolaborator sumber daya dan mitra belajar. Guru harus menjemput penerapan model-model pembelajaran yang sesuai seperti belajar penemuan (discovery learning), pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berbasis masalah dan penyelidikan, belajar berdasarkan pengalaman sendiri, pembelajaran kontekstual, bermain peran dan simulasi, pembelajaran kooperatif, pembelajaran kolaboratif, maupun diskusi kelompok kecil. Peserta didik harus dikembalikan haknya sebagai subyek pembelajaran yang aktif. Guru harus mau memulai untuk dapat mengintegrasikan teknologi dengan kerangka integrasi yang melibatkan pengetahuan pedagogi), penguasaan materi, dan teknologi yang dikenal dengan TPACK. Penerapan praktis TPACK mencakup 8 domain yaitu; (1) menilai peserta didik, (2) memahamkan materi, (3) memahami peserta didik, (4) merancang kurikulum, (5) merepresentasikan data, (6) mengelola pembelajaran, (7) mendukung strategi pembelajaran, (8) pengelolaan pembelajaran dan integrasi dalam konteks mengajar secara lebih luas.

Kompetensi guru yang sudah dirumuskan pemerintah meliputi kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial, dan kompetensi pedagogik perlu dikontekstualisasikan dan dilakukan penyesuaian sehingga mampu mempersiapkan dan memprediksi kebutuhan belajar peserta didik abad 21 dna tuntutan masyarakat abad 21. Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan pemahaman terhadap peserta didik dan pengelolaan pembelajaran mulai dari merencanakan, melaksanakan sampai dengan mengevaluasi. Kompetensi kepribadian merupakan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, canggih, humoris namun tegas, dan berwibawa selalu memesona bagi peserta didik. Kompetensi sosial berkenaan dengan kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidian, orang tua peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi profesional merupakan kemampuan yang berkenaan dengan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang mencakup penguasaan substansi isi materi pembelajaran, dan substansi keilmuan yang menaungi materi dalam kurikulum, serta menambah wawasan keilmuan.

            Menurut UUGD No 14 tahun 2015 tugas utama guru adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Tugas pokok guru adalah ; (1) merencanakan pembelajaran atau pembimbingan; (2) melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan; (3) menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan; (4) membimbing dan melatih peserta didik; dan (5) melaksanakan tugas tambahan yang melekat pada pelaksanaan kegiatan pokok sesuai dengan Beban Kerja Guru. Guru selama melaksanakan tugas pokok dan fungsinya harus menyesuaikan tuntutan perkembangan ipteks, masyarakat dan kebutuhan peserta didik. Guru perlu kreatif dan inovatif di dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya bahkan dituntut mampu memprediksi perkembangan tugas pokok dan fungsinya.

            Paradigma guru dari professional teaching berubah menjadi professional learning, artinya guru bukan sekedar mengajar namun juga belajar yang berkelanjutan (continuous professional learning). Guru adalah praktisi yang reflektif merupakan bagian kunci dalam evaluasi kinerja guru di banyak negara. Refleksi dimulai dari mendekripsikan pengalaman, memahami dan merasakan situasi, mengevaluasi dan menganalisis, sampai kepada kesimpulan dan menyusun rencana aksi. Guru harus mampu mengenali kesenjangan kompetensi dirinya sebagai bahan menyusun rencana pengembangan diri dan melakukan belajar mandiri. Belajar mandiri merupakan kegiatan belajar aktif, didorong motivasi untuk menguasai kompetensi dan dibangun dengan bekal pengetahuan yang dimiliki. Belajar mandiri memiliki 3 dimensi yaitu dimensi sosial, dimensi pedagogis, dan dimensi psikologis. Belajar mandiri dilakukan dengan cara; (1) tekun, terus menerus dan tidak berhenti, (2) konsisten, ajeg, disiplin dan tidak bermalasan, (3) terencana dan berorientasi pada kompetensi, (4) fokus kepada pencapaian tujuan, (5) inovatif atau menggunakan cara-cara baru, (6) ada tindaklanjut yang jelas, dan (8) dilakukan sepanjang hidup. Keterampilan dalam belajar mandiri memuat tiga konsep utama yaitu; (a) belajar bebas (independent learning), (b) ketidakbergantungan, dan (c) kontrol psikologis. Belajar mandiri dapat mentransformasi kultur diri seorang guru, dan menjadi bagian dari pengembangan profesi berkelanjutan (PKB).

Demikiianlah sedikit saya sampaikan mengenai Peran Guru dalam Pembelajaran Abad 21, semoga bermanfaat. Wassalamuallaikum Wr.Wb.

Referensi:

Modul Peran Guru Dalam Pembelajaran Abad 21 (Modul Belajar Mandiri Bagi Program PPG Angkatan 2 Tahun 2020)

 

 

Posting Lainnya:

KOMENTAR

« Kembali

MUTIARA HADIST
Hari Gini! Masih Menunda-nunda :
Jika Kamu Berada Di Sore Hari, Jgn Kau Tunggu Pagi Hari. Dan Jika Kau Berada Di Pagi Hari, Janganlah Menunggu Sore Hari. Ambillah Persiapan Saat Engkau Sehat Utk Menghadapi Masa Sakitmu Dan Saat Hidupmu Utk Sesudah Kematianmu